♥ Dunia Belum Berakhir ♥
♥ Dunia Belum Berakhir ♥
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah... Pasangan hidup adalah belahan jiwa, tempat
hati menemukan muara ketenangan, ketentraman serta kasih sayang...
Tatkala diri belum berjumpa dengan kekasih pujaan, hati gundah gulana, jiwa selalu merindu kapan kira-kira bertemu...
Namun apa yang kita damba belum juga bersua, padahal usia sudah
beranjak dewasa, orang tua sering bertanya sudah adakah tanda-tanda
jodoh menyapa, orang di sekeliling juga tak mau ketinggalan ikut bicara,
kenapa tidak segera melangkah ke dermaga bahagia?
Diripun
dihantui beribu tanya... Tak layakkah kita mendapat kekasih halal
sebagaimana mereka... Tak kurangkah kita menjemput jodoh yang
diridhai-Nya... Dan beberapa pertanyaan lain yang intinya sama, kapan
menikahnya?
Saudaraku.... Dunia Belum Berakhir...
Maka...Tak usah khawatir....Masih ada waktu untuk berpikir, dzikir, do'a
dan memaksimalkan ikhtiar sebelum semua kehidupan berakhir...
Manakala sang pujaan belum juga bersua, kuncinya kita butuh ikhlas dan sabar menghadapinya...
Saudaraku... Kita sebagai muslim yang baik sudah diberi bekal dalam
menghadapi beberapa perkara, jika diuji bersabar dan bersyukur manakala
Allah limpahkan karunia kepada kita. Apapun yang saat ini kita alami,
keikhlasan itulah yang akan menjadi penopangnya dan kesabaranlah yang
akan menguatkannya...
Maka sejenak renungkan dan berhentilah menyudutkan diri sendiri, merasa tak layak, tak pantas yang pada akhirnya putus asa..
Hal lain yang mesti kita miliki selain positive thinking ( berpikir
positif ) adalah positive feeling ( berperasaan positif ). Hati dan
perasaan mestilah kita bersihkan dari hal-hal yang membuat kita merasa
tak berdaya....
Tatkala sang pujaan belum bersua, ini bukanlah akhir dari segalanya saudaraku...
Bisa jadi Allah menguji kesungguhan dan kesiapan kita. Sesungguhnya Allah lebih tahu tentang kita dan segala kebutuhan kita...
Mencoba memahami kembali hakikat pernikahan adalah untuk mendapat
ridha-Nya dengan jalan yang diridhai-Nya pula, maka akan menguatkan
azzam kita bahwa pernikahan yang bahagia adalah sebuah ikhtiar yang
sebenarnya,tak sekedar merangkai cerita cinta sebagai pemanis belaka.
Karena yang kita damba adalah kekasih halal sebagai tempat berbagi,
menjadi kawan dalam perjalanan meniti kasih Illahi, menuju gerbang surga
dalam maghligai rumah tanggga yang diridhai...
Semoga segala harap kita menjadi nyata, aamiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar